Jumat, 05 Juli 2019


ASAL USUL NAMA DESA BULUKANDANG
KECAMATAN PRIGEN, KABUPATEN PASURUAN






Kali pertama yang terlintas dalam benak anda ketika mendengar nama desa ini
mungkin banyak terdapat kandang unggas di desa tersebut. Kata bulu sendiri menurut KBBI adalah struktur lapisan luar kulit yang membentuk penutup tubuh bangsa unggas; kumpulan rambut banyak dan bertangkai seperti pada unggas. Sedangkan kata kandang sendiri menurut KBBI adalah ruang yang diberi pagar atau batas dan sebagainya.
Kenyataannya adalah di Desa Bulukandang tidak banyak ditemukan peternakan, justru desa ini merupakan wilayah pabrik. Pabrik yang terdapat di desa ini mulai dari pabrik rokok (Sampoerna), pabrik kayu, dan pabrik Kino yang memproduksi  makanan.  Mayoritas pekerjaan warga di Desa Bulukandang adalah petani dan pegawai pabrik, bukan peternak. 
Lantas apa yang menyebabkan desa ini disebut dengan nama Bulukandang?
Menurut legenda yang diceritakan secara turun-temurun oleh para orang tua, terdapat 2 versi cerita yang menjadi awal mula nama desa Bulukandang, yakni :
Cerita pertama
Desa Bulukandang di ambil dari 2 kata, bulu dan kandang. Hal ini bermula ketika seseorang yang membuka jalan atau dalam bahasa jawa disebut ‘babat alas’  menemukan sebuah tempat yang memiliki banyak kandang hewan dan terdapat banyak sekali bulu yang tersebar. Pada cerita ini belum diketahui kandang apa yang terdapat disana, apakah kandang ayam, ataukah bebek. Narasumber juga tidak mengetahui bulu yang dimaksud disini apakah hewan yang berbulu, ataukah sesuatu yang memiliki unsur seperti bulu (dalam hal ini di duga berasal dari kapuk pohon randu yang jatuh dan tertiup angin).

Cerita kedua
Dahulu desa Bulukandang memiliki sebuah pohon bulu yang teramat besar. Karena besarnya yang melebihi ukuran normal sebuah pohon, masyarakat menganggap pohon tersebut sebagai pohon keramat. Kata keramat secara umum memiliki hubungan yang erat dengan hal mistis, tidak terkecuali dengan pohon ini. Cerita mistis tersebut adalah apabila ada seorang pencuri atau perampok yang melakukan aksinya di desa ini dan sedang berlari menjauh dari kejaran warga kemudian menuju pohon bulu, maka pencuri atau perampok itu akan hilang dan tidak kembali lagi. Seakan—akan hilang ditelan oleh pohon tersebut. Tidak diketahui apakah dia keluar di daerah lain, dimensi lain, atau bahkan tidak dapat keluar dari pohon tersebut.  Karena banyaknya pencuri yang menghilang di pohon tersebut, maka masyarakat menyebut pohon itu sebagai kandang dari para pencuri atau perampok yang telah merugikan desa. Lambat laun desa tersebut dikenal sebagai Desa Bulukandang.

            Masyarakat Desa Bulukandang mempercayai kedua versi cerita di atas. Terlepas dari mana yang paling benar, keduanya memiliki unsur logis yang mencukupi untuk menjadi latar belakang terciptanya nama Desa Bulukandang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar