ASAL USUL NAMA DESA BULUKANDANG
Kali pertama yang terlintas dalam benak anda ketika
mendengar nama desa ini
Kenyataannya adalah di Desa Bulukandang tidak banyak
ditemukan peternakan, justru desa ini merupakan wilayah pabrik. Pabrik yang
terdapat di desa ini mulai dari pabrik rokok (Sampoerna), pabrik kayu, dan
pabrik Kino yang memproduksi
makanan. Mayoritas pekerjaan
warga di Desa Bulukandang adalah petani dan pegawai pabrik, bukan
peternak.
Lantas apa yang menyebabkan desa ini disebut dengan
nama Bulukandang?
Menurut legenda yang diceritakan secara
turun-temurun oleh para orang tua, terdapat 2 versi cerita yang menjadi awal
mula nama desa Bulukandang, yakni :
Cerita pertama
Desa
Bulukandang di ambil dari 2 kata, bulu dan kandang. Hal ini bermula ketika
seseorang yang membuka jalan atau dalam bahasa jawa disebut ‘babat alas’ menemukan sebuah tempat yang memiliki banyak
kandang hewan dan terdapat banyak sekali bulu yang tersebar. Pada cerita ini
belum diketahui kandang apa yang terdapat disana, apakah kandang ayam, ataukah
bebek. Narasumber juga tidak mengetahui bulu yang dimaksud disini apakah hewan
yang berbulu, ataukah sesuatu yang memiliki unsur seperti bulu (dalam hal ini
di duga berasal dari kapuk pohon randu yang jatuh dan tertiup angin).
Cerita kedua
Dahulu
desa Bulukandang memiliki sebuah pohon bulu yang teramat besar. Karena
besarnya yang melebihi ukuran normal sebuah pohon, masyarakat menganggap pohon
tersebut sebagai pohon keramat. Kata keramat secara umum memiliki hubungan yang
erat dengan hal mistis, tidak terkecuali dengan pohon ini. Cerita mistis
tersebut adalah apabila ada seorang pencuri atau perampok yang melakukan
aksinya di desa ini dan sedang berlari menjauh dari kejaran warga kemudian
menuju pohon bulu, maka pencuri atau perampok itu akan hilang dan tidak kembali
lagi. Seakan—akan hilang ditelan oleh pohon tersebut. Tidak diketahui apakah
dia keluar di daerah lain, dimensi lain, atau bahkan tidak dapat keluar dari
pohon tersebut. Karena banyaknya pencuri
yang menghilang di pohon tersebut, maka masyarakat menyebut pohon itu sebagai
kandang dari para pencuri atau perampok yang telah merugikan desa. Lambat laun desa tersebut dikenal sebagai Desa Bulukandang.
Masyarakat Desa Bulukandang
mempercayai kedua versi cerita di atas. Terlepas dari mana yang paling benar,
keduanya memiliki unsur logis yang mencukupi untuk menjadi latar belakang
terciptanya nama Desa Bulukandang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar